Rokan Hulu-Riau-Cakrawalanews
Proses pembangunan revitalisasi SD Negeri 008 Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menjadi sorotan setelah terlihat sejumlah pekerja melakukan aktivitas pembangunan tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai.
Diduga Abaikan K3, Pekerja Revitalisasi SDN 008 Rambah Hilir Disorot, Kadisdik Diminta Evaluasi
Berdasarkan foto yang diterima redaksi, aktivitas pekerjaan di lokasi tersebut tampak berlangsung dengan sejumlah pekerja yang tidak terlihat mengenakan perlengkapan keselamatan kerja, seperti helm pelindung dan perlengkapan lainnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Padahal, keselamatan pekerja merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam setiap kegiatan pembangunan, terlebih pada proyek konstruksi yang memiliki risiko kecelakaan kerja.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk SD Negeri 008 Rambah Hilir. Pelaksanaan dilakukan secara swakelola (P2SP), dengan waktu pengerjaan selama 150 hari kalender, terhitung Agustus hingga Desember 2026.
Adapun sumber pendanaan berasal dari APBN Tahun Anggaran 2026, dengan nilai bantuan sebesar Rp1.544.684.267.
Besarnya anggaran dan pentingnya pembangunan sarana pendidikan tersebut diharapkan sejalan dengan pelaksanaan pekerjaan yang tertib, transparan, serta mengutamakan keselamatan para pekerja.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu diminta melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan revitalisasi SDN 008 Rambah Hilir, khususnya terkait penerapan standar K3 di lapangan.
Pengelola kegiatan dan pihak pelaksana juga diharapkan memastikan seluruh pekerja menggunakan alat pelindung diri sesuai risiko pekerjaan, serta menerapkan prosedur keselamatan yang berlaku.
Selain kualitas bangunan dan ketepatan waktu penyelesaian, aspek keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama agar pembangunan fasilitas pendidikan tidak mengabaikan perlindungan terhadap tenaga kerja.
Sementara itu Melati selaku Kepsek SDN 008 Rambah Hilir menyebut, para pekerja Revitalisasi Sekolah itu akan memakai Septi jika cuaca panas.
“Selamat pagi pak.trima kasih petunjuknya pak.pekerja nya klu panas baru dipakainya K3 pak.klu teduh org ni ngak pakainya pak.sekali lagi trima kasih ya pak petunjuknya,”Ujar Melati.
Red/Yas laia












